Bahaya Infeksi Cacing Pita
Bahaya Infeksi Cacing Pita
Bahaya infeksi cacing pita ternyata sudah mulai menggerogoti sel saraf.Infeksi cacing pita yang menyerang saraf dan menyebabkan epilepsi ditemukan di Kabupaten Mimika, Papua. Cacing tersebut masuk ke peredaran darah lalu terbawa sampai ke otak.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Papua, dr Berri Wopari menjelaskan cacing pita biasanya masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk kista. Daging babi maupun sapi yang tidak benar-benar matang bisa menularkan kista cacing tersebut ke manusia.
"Kista cacing pita sangat kuat. Kadang dagingnya matang, tapi kistanya masih hidup," kata dr Beeri dalam perbincangan dengan wartawan baru-baru ini di Kota Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua, seperti ditulis pada Jumat (20/11/2015).
Tradisi bakar batu untuk memasak daging di wilayah pedalaman Papua banyak dikaitkan selama ini dengan infeksi cacing pita. Faktor lainnya adalah sanitasi yang buruk, sebab telur cacing pita juga bisa menular melalui kotoran hewan maupun manusia.
Saat masuk ke tubuh manusia, kista maupun telur cacing pita akan berkembang menjadi larva. Jika infeksi ini tidak tertangani dengan baik, larva cacing pita bisa menginvasi jaringan tubuh termasuk di antaranya menembus pembuluh darah.
"Infeksi cacing pita masuk ke peredaran darah, sampai otak lalu menyebabkan epilepsi," jelas dr Beeri
bahaya Infeksi cacing pita yang menyerang otak dan sistem saraf disebut neurocysticercosis. Sebuah peta yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2014 menempatkan Papua sebagai salah satu daerah endemis infeksi cacing pita maupun neurocysticercosis.
WHO juga menyebut neurocysticercosis sebagai penyebab utama epilepsi di seluruh dunia. Data WHO menunjukkan bahwa sekitar 29 persen pengidap epilepsi di negara endemis juga mengidap neurocysticercosis.(up/vit).
Demikian ulasan mengenai bahaya infeksi cacing pita.Terimakasih telah membaca artikel bahaya infeksi cacing pita.
Bahaya infeksi cacing pita ternyata sudah mulai menggerogoti sel saraf.Infeksi cacing pita yang menyerang saraf dan menyebabkan epilepsi ditemukan di Kabupaten Mimika, Papua. Cacing tersebut masuk ke peredaran darah lalu terbawa sampai ke otak.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Papua, dr Berri Wopari menjelaskan cacing pita biasanya masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk kista. Daging babi maupun sapi yang tidak benar-benar matang bisa menularkan kista cacing tersebut ke manusia.
"Kista cacing pita sangat kuat. Kadang dagingnya matang, tapi kistanya masih hidup," kata dr Beeri dalam perbincangan dengan wartawan baru-baru ini di Kota Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua, seperti ditulis pada Jumat (20/11/2015).
Tradisi bakar batu untuk memasak daging di wilayah pedalaman Papua banyak dikaitkan selama ini dengan infeksi cacing pita. Faktor lainnya adalah sanitasi yang buruk, sebab telur cacing pita juga bisa menular melalui kotoran hewan maupun manusia.
Saat masuk ke tubuh manusia, kista maupun telur cacing pita akan berkembang menjadi larva. Jika infeksi ini tidak tertangani dengan baik, larva cacing pita bisa menginvasi jaringan tubuh termasuk di antaranya menembus pembuluh darah.
"Infeksi cacing pita masuk ke peredaran darah, sampai otak lalu menyebabkan epilepsi," jelas dr Beeri
|
|
bahaya Infeksi cacing pita yang menyerang otak dan sistem saraf disebut neurocysticercosis. Sebuah peta yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2014 menempatkan Papua sebagai salah satu daerah endemis infeksi cacing pita maupun neurocysticercosis.
WHO juga menyebut neurocysticercosis sebagai penyebab utama epilepsi di seluruh dunia. Data WHO menunjukkan bahwa sekitar 29 persen pengidap epilepsi di negara endemis juga mengidap neurocysticercosis.(up/vit).
Demikian ulasan mengenai bahaya infeksi cacing pita.Terimakasih telah membaca artikel bahaya infeksi cacing pita.
.png)

0 comments: